Peningkatan risiko kanker paru dan
juga kematian pada wanita akibat rokok belakangan ini diduga kuat merupakan
buah dari kebiasaan merokok yang dimulai sejak tahun 1960-an.
Penelitian mengenai hal ini dilakukan
terhadap lebih dari dua juta wanita di AS.
Generasi pertama wanita yang merokok
dimulai sekitar tahun 1950-1960-an. Wanita yang merokok pada masa itu beresiko
tiga kali lipat meninggal karena kanker paru dibanding yang bukan perokok.
"Peningkatan risiko pada wanita
perokok itu terus berlanjut selama satu dekade setelah dampak buruk rokok bagi
kesehatan diketahui. Bahkan risiko kematian pada perokok pria akibat penyakit
paru obstruktif kronik meningkat karena asap yang dicairkan dari rokok tersebut
dihirup lebih dalam ke paru-paru sehingga nikotin lebih mudah terserap.
Penelitian tahun lalu juga menyebutkan
usia harapan hidup perokok wanita satu dekade lebih cepat dibanding yang tidak
pernah merokok.